Hati ini dulu pernah patah
ditikam..ditoreh kata janji dan sumpah
tercedera hatiku luka berdarah
bak lemas dilanda bah nan gah
lemah dan lelah
tersadung kakiku, tersungkur rebah
saat cinta dikerah untuk berpisah….
Hati ini dulu pernah sengsara
ditinggal pergi si pendusta cinta
dihumban ke tepi pemuja yang alpa
dibuang sang pencinta yang memungkiri janji setia
hancur lagi hati saat dikhianati kekasih yang kononya sahabat sejiwa…
Bersama Jam aku berputar
detik demi detik berteman kecekalan
bangkit aku dari kejatuhan
aku berenang dari lautan kekecewaan
tekad bersulam semangat keazaman buat penyembuh luka..membasuh duka..menghapus nestapa….
Aku akan jadi seteguh karang di laut
Takkan pernah hancur sekalipun tenggelam ke dasar laut terdalam.
Aku akan jadi bunga yang mekar mewangi
sekalipun tanpa sang kumbang di sisi, saat aku merintih sendiri.
Aku akan jadi segagah mentari
berkilau terus menyilau sesudah malam berlalu
sesudah hujan gerimis berarak pergi.
Telah tersurat di azali
terselit rahsia tersembunyi untuk setiap yang terjadi
hanya DIA Maha Mengetahui
kau bukan yang terbaik untukku
saat kau menangis menutup pintu hatimu
terbuka gapura kasihNYA buatku
saat kau melangkah pergi
terbentang rahmat limpahanNYA di hadapanku
saat kau hiris kepingan hati
agar setajam mata belati.
Keimanan pengubat jiwa, masa menentu segala
kalah bukan aku mengalah, aku utuh berdiri gagah
pergilah kau mengheret pilu
hilang bersama sendu, lenyap membawa rindu yang tidak lagi kuperlu.
Berhijrahlah dikau wahai DIRIKU
ayuh berangkat dari daerah sepi yang tak punya erti
bersenjatakan kekuatan rohani.
Yang patah kan tumbuh
yang hilang akan berganti
kebenaran sentiasa mengatasi kebatilan
itu janji Tuhan yang pasti
tiap hembus nafas menjadi saksi, aku bisa terus berlari walaupun tanpa dirimu yang pernah sepenuh raga aku kasihi.
Musim patah hati pun berlalu……