Monolog 2
Aku pernah berbicara tentang buta dungunya cinta
menghambur amarah pada kealpaan sendiri
menampar biar gegar sendi-sendi sedar dan sesal
meraung biar kemarau tegar nafsu merindu…
Hampir pasti ketenangan itu kugapai
mengapa sengaja kau bakar kembali damar cintamu…
kau suburkan tandus kemarau dengan harapan rindumu…
Tahukan engkau betapa sukarnya aku menapak hari-hari lepas setelah jejakku kau benam dalam egomu?
Aku bangkit atas keyakinan kebencianmu
tapi kau sengaja menguji lemah hatiku dengan pujukan asmaramu..
Aku mohon Tuhan lindungi aku agar tak lemas dalam pujukmu…tak hanyut dalam rayumu..
Atas kelemahanku…Ku mohon dengan sangat…